Dalam sidak tersebut, petugas membeli puluhan sampel makanan yang dicurigai, seperti kerupuk berwarna mencolok, es sirup, bakso, dan tahu, untuk langsung diuji di tempat. Fokus pengujian meliputi empat bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan oleh oknum pedagang nakal, yakni formalin, boraks, pewarna tekstil Rhodamin B, dan Methanil Yellow. Proses pengujian cepat (rapid test) ini hanya memakan waktu beberapa menit sehingga hasilnya bisa segera diketahui dan disosialisasikan kepada pedagang maupun pembeli di lokasi.
Dari hasil pengujian terhadap 45 sampel jajanan, BBPOM menemukan dua sampel minuman es sirup yang positif mengandung zat pewarna tekstil Rhodamin B. Minuman tersebut memiliki warna merah yang sangat berpendar dan meninggalkan bekas pekat di wadah plastiknya. Menindaklanjuti temuan ini, petugas langsung menyita seluruh dagangan milik penjual yang bersangkutan dan memberikan pembinaan edukatif agar tidak mengulangi perbuatannya, mengingat zat tersebut sangat karsinogenik dan memicu kanker dalam jangka panjang.
Kepala BBPOM Surabaya mengimbau warga untuk menjadi konsumen yang cerdas dan teliti sebelum membeli menu berbuka. Masyarakat diminta untuk mewaspadai makanan yang memiliki warna terlalu terang, tekstur yang kelewat kenyal, atau makanan yang tidak dihinggapi lalat sama sekali di tempat terbuka. BBPOM memastikan pengawasan serupa akan terus diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.(red)

0 Komentar