KEDIRI, kupasfakta.online — Setelah jenjang SMA/sederajat lebih dulu “dipanaskan” lewat Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana pada 2025, kini giliran siswa SMP/sederajat yang masuk gelanggang. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri tancap gas mematangkan persiapan TKA 2026 yang digadang-gadang bakal berpengaruh besar terhadap masa depan siswa.
Tak main-main, Disdik Kota Kediri telah membentuk tim khusus TKA tingkat kota. Tim ini bertugas memetakan potensi soal, menyiapkan strategi pembelajaran, hingga merancang try out serentak sebagai pemanasan sebelum ujian sesungguhnya. Langkah ini dinilai krusial, mengingat TKA berpotensi menjadi “alat seleksi” jalur prestasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Kami sudah membentuk tim TKA Kota Kediri. Rencana try out masih terus dibahas secara teknis,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Achmad Wartjiantono, Kamis (…).
Namun demikian, Disdik belum sepenuhnya menekan pedal gas. Pemerintah daerah masih menunggu regulasi resmi terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terutama terkait jadwal dan teknis pelaksanaan TKA SMP. Pasalnya, siswa juga akan menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang jadwalnya beririsan.
“Kami masih menunggu kebijakan pusat. Besok juga ada webinar dari kementerian terkait TKA SMP, jadi kita lihat dulu seperti apa arah aturannya,” terang Anton—sapaan akrab Achmad Wartjiantono.
Isu TKA menjadi sorotan tajam setelah sebelumnya hasil TKA SMA mencatat nilai yang memprihatinkan, terutama mata pelajaran Matematika dengan rata-rata hanya 38,23. Fakta itu membuat banyak pihak khawatir TKA justru menjadi momok baru bagi siswa jika tidak dipersiapkan matang.
Sesuai aturan Kemendikdasmen, hasil TKA berpeluang digunakan sebagai dasar seleksi PPDB jalur prestasi. Jika skema ini tetap diterapkan, maka nilai TKA tak lagi sekadar angka, melainkan bisa menjadi penentu lolos atau tidaknya siswa ke sekolah favorit.
“Tetap kami mengacu pada aturan PPDB nanti. Kalau diatur di sana, tentu akan kami laksanakan,” tegas Anton.
Sebagai langkah antisipasi, Disdik Kota Kediri menargetkan try out TKA SMP bisa digelar mulai awal Februari 2026, sembari mematangkan sistem dan kesiapan teknis berbasis komputer.
“Sambil berjalan, sistemnya terus kami siapkan,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi dari Puslapdik Kemendikdasmen, TKA jenjang SD dan SMP memang direncanakan berlangsung April 2026. Tes ini akan digelar berbasis komputer, dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur serta kondisi masing-masing daerah.
Dengan waktu yang kian mepet, satu hal menjadi pesan tegas: era santai sudah lewat. TKA bukan lagi sekadar ujian biasa, melainkan bisa menjadi gerbang atau penghalang menuju jenjang pendidikan berikutnya. Kota Kediri pun bersiap, agar siswanya tak sekadar hadir, tapi juga siap bersaing

0 Komentar