KEDIRI, kupasfakta.online – Warga Dusun Semanding, Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad laki-laki lanjut usia di aliran sungai pengairan sawah, Rabu pagi (07/01/2026). Korban diketahui bernama Tukiman (87), seorang petani asal Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar.
Peristiwa tersebut dilaporkan sekitar pukul 08.30 WIB, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di sungai irigasi persawahan Dusun Semanding, Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
“Air tenang bukan berarti tak menyimpan cerita,” demikian peribahasa yang kerap menggambarkan kejadian tragis yang datang tanpa tanda.
Kronologi Penemuan
Kejadian bermula saat Saksi I, Alam Bahari (56), tengah membersihkan area persawahan miliknya sekitar pukul 08.00 WIB. Saat menyusuri tepian sawah, saksi melihat seorang pria dalam posisi terlentang di aliran sungai irigasi yang berada tak jauh dari lahannya.
Merasa curiga, saksi tidak berani bertindak sendiri dan segera melapor ke Kantor Desa Tawang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Desa Tawang bersama perangkat desa dan saksi langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Setibanya di lokasi, korban dipastikan telah meninggal dunia. Perangkat desa kemudian menunjuk Bambang Ariadi (48) selaku Kasun Semanding sebagai pelapor resmi untuk meneruskan informasi ke pihak berwenang.
Koordinasi dengan Aparat dan Keluarga
Pelapor selanjutnya menghubungi Polsek Wates serta mengontak pihak keluarga korban. Tak lama kemudian, Saksi II, Yona Indra Swari (29), yang merupakan anggota keluarga korban, hadir dan memastikan bahwa jasad tersebut benar adalah Tukiman, anggota keluarganya.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Sabtu, 03 Januari 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. Pihak keluarga telah melakukan pencarian selama beberapa hari, namun korban tidak ditemukan hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi tersebut.
“Sudah dicari ke mana-mana, tapi takdir berkata lain,” ungkap salah satu anggota keluarga di lokasi kejadian.
Hasil Pemeriksaan Medis
Berdasarkan pemeriksaan awal oleh dr. Azka dari Puskesmas Wates, diperoleh hasil sebagai berikut:
-
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
-
Perkiraan waktu kematian lebih dari dua hari sebelum ditemukan.
-
Korban diketahui memiliki riwayat pikun (demensia) dan sering keluar rumah tanpa tujuan jelas.
Pihak keluarga juga membenarkan bahwa korban kerap meninggalkan rumah dan tidak segera kembali akibat kondisi tersebut.
Barang Bukti
Dalam peristiwa ini, petugas mencatat 1 (satu) barang bukti, yakni:
-
Celana pendek warna biru yang dikenakan korban saat ditemukan.
Penanganan Lanjutan
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Aparat memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa ini.
“Manusia boleh berikhtiar, namun maut adalah rahasia Ilahi,” sebuah peribahasa lama kembali terasa relevan di tengah duka keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lansia dengan riwayat demensia, khususnya dalam pengawasan dan pendampingan, agar kejadian serupa tidak terulang.

0 Komentar