Kediri, kupasfakta.online  – Teka-teki soal lokasi dan pelaksanaan laga bergengsi Persik Kediri kontra Persib Bandung akhirnya terjawab. Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri memastikan pertandingan tetap digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, sesuai jadwal pada Senin, 5 Januari 2026, dengan kick off pukul 19.00 WIB.

Kepastian ini sekaligus mematahkan berbagai spekulasi yang sempat beredar di kalangan suporter dan publik sepak bola nasional.

Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo, menegaskan bahwa seluruh aspek teknis pertandingan telah dikunci sesuai rekomendasi pihak terkait.

“Sudah dipastikan laga Persik Kediri melawan Persib Bandung berlangsung pada 5 Januari 2026 di Stadion Brawijaya. Kick off dimulai pukul 19.00 WIB,” ujar Tri Widodo, Sabtu (3/1/2026).

Tanpa Suporter Tamu, Fokus Keamanan dan Martabat Kota

Menariknya, laga sarat gengsi ini akan digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu. Keputusan tersebut diambil berdasarkan rekomendasi aparat kepolisian, sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan stabilitas wilayah.

Kapasitas penonton pun dibatasi sekitar 3.000 orang, yang seluruhnya diperuntukkan bagi Persikmania, suporter tuan rumah.

“Rekomendasi dari kepolisian, penonton dibatasi sekitar 3.000 orang dan hanya untuk suporter tuan rumah,” jelas Tri Widodo.

Kebijakan ini menegaskan bahwa pertandingan bukan sekadar adu strategi di lapangan, tetapi juga ujian kedewasaan sepak bola Indonesia dalam mengelola rivalitas secara tertib dan beradab.

Seruan Menjaga ‘Rumah Sendiri’

Panpel Persik Kediri mengajak seluruh Persikmania untuk menjadikan laga ini sebagai contoh positif bagaimana sepak bola bisa berlangsung aman, nyaman, dan bermartabat.

“Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas rumah kita, Kota Kediri, agar tetap aman dan nyaman,” tegasnya.

Pesan ini menempatkan suporter bukan hanya sebagai penonton, melainkan penjaga wajah kota di mata publik nasional.

Tiket Lewat Komunitas, Antisipasi Suporter Siluman

Untuk memastikan pertandingan benar-benar steril dari kehadiran suporter tamu, penjualan tiket dilakukan melalui komunitas Persikmania. Skema ini dinilai lebih efektif dalam pengawasan serta menutup celah masuknya pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Selain mempermudah distribusi, langkah ini juga memperkuat peran komunitas suporter sebagai mitra strategis klub dan aparat keamanan.

Sepak Bola, Kota, dan Tanggung Jawab Bersama

Dengan segala pembatasan dan pengaturan ketat, laga Persik vs Persib di Stadion Brawijaya bukan hanya soal tiga poin. Ini adalah pertaruhan citra Kota Kediri—apakah mampu menjadi tuan rumah pertandingan besar dengan atmosfer kompetitif tanpa kehilangan rasa aman.

Di tengah sorotan publik, Stadion Brawijaya siap menjadi panggung sepak bola yang panas di lapangan, namun tetap dingin di luar arena.