KEDIRI, kupasfakta.online — Langkah serius menekan inflasi kini tak lagi berjalan sendiri-sendiri. Pemkot Kediri dan Pemkot Madiun resmi bersekutu, menyatukan strategi ekonomi, pariwisata, hingga tata kelola pemerintahan. Kesepakatan penting itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wali Kota Madiun Maidi, Selasa (13/1) malam, di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri.
Penandatanganan ini menjadi sinyal kuat bahwa jurus Kediri dalam mengendalikan inflasi siap diadopsi Madiun. Wali Kota Madiun Maidi hadir bersama jajaran kepala OPD dan disambut langsung oleh pejabat Pemkot Kediri dalam suasana penuh keakraban.
Tak sekadar tanda tangan di atas kertas, rombongan Pemkot Madiun juga turun langsung ke lapangan, berkeliling sejumlah titik strategis Kota Kediri untuk melihat potensi nyata yang bisa ditiru dan dikembangkan.
“Potensi kota itu berbeda-beda. Tapi justru perbedaan itulah yang harus dikerjasamakan. Kalau tidak kolaborasi, kita akan tertinggal,” tegas Maidi.
🌶️ Cabai, Buah, hingga Bunga Jadi Senjata Lawan Inflasi
Maidi menyebut sektor ekonomi sebagai kerja sama paling mendesak, terutama terkait suplai hasil bumi. Mulai dari pertanian, hortikultura, tanaman hias, hingga buah-buahan.
Ia mencontohkan, ketika Kota Madiun kekurangan cabai, suplai bisa langsung diambil dari Kediri yang produksinya lebih tinggi. Begitu pula komoditas pangan lain.
Ketertarikan Maidi kian kuat setelah melihat sistem distribusi pangan skala besar di Kota Kediri, seperti Pasar Grosir Ngronggo dan Pasar Setonobetek.
“Mulai bunga, tanaman, sampai buah dari sini. Itu nanti akan saya bawa ke Madiun. Sebaliknya, potensi dari Madiun juga kita bawa ke Kediri,” ungkap wali kota dua periode tersebut.
Menurut Maidi, kolaborasi antarwilayah adalah kunci utama menahan laju inflasi.
“Kalau inflasi tinggi, masyarakat bingung. Kita ini kota jasa kuliner. Kalau inflasi terkendali, harga kuliner bisa murah. Kalau inflasi tinggi, UMKM terjepit. Maka ini wajib kolaborasi,” tandasnya.
🍽️🌍 Pariwisata dan Kuliner Ikut Disatukan
Tak hanya ekonomi, kerja sama juga merambah pariwisata, khususnya wisata kuliner. Dua kota bertetangga ini sepakat saling menguatkan, bukan saling bersaing.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjelaskan bahwa perjanjian kerja sama mencakup banyak sektor strategis. Mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, peningkatan tata kelola birokrasi, hingga pengembangan komunikasi dan informasi.
“Termasuk potensi pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, bahkan tidak menutup kemungkinan kerja sama infrastruktur,” jelas Vinanda.
Menariknya, kerja sama ini bersifat dua arah. Tak hanya Madiun belajar ke Kediri, Pemkot Kediri juga siap mengadopsi program unggulan Pemkot Madiun, terutama dalam hal tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
📊 SAKIP Tinggi, Kediri Ingin Berguru ke Madiun
Vinanda secara terbuka mengakui ketertarikannya pada capaian Pemkot Madiun, khususnya nilai SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang tinggi.
“Yang paling dekat mungkin di bidang komunikasi dan informasi. Madiun SAKIP-nya tinggi, kami ingin belajar ke sana,” tandas wali kota termuda di Kediri itu.
🚴♀️ Dari Meja Rapat ke Gowes Bareng
Sebagai penutup rangkaian kerja sama, Vinanda dan Maidi juga gowes bersama pada Rabu pagi (14/1). Start dari Balai Kota Kediri, rombongan bersepeda menyusuri kota hingga ke kawasan wisata Sumber Jiput di Kelurahan Rejomulyo.
Pesannya jelas:
🔥 dua kota, satu visi — menekan inflasi, menguatkan ekonomi rakyat, dan membangun masa depan lewat kolaborasi, bukan kompetisi.

0 Komentar