KEDIRI, kupasfakta.online — Dua kota bertetangga di Jawa Timur resmi memperkuat barisan. Pemerintah Kota Kediri dan Pemerintah Kota Madiun menjalin kerja sama strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, hingga pengembangan potensi daerah. Kolaborasi ini digadang-gadang menjadi model sinergi antarkota untuk menjawab tantangan ekonomi, lingkungan, dan pelayanan publik.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan, kerja sama tersebut mencakup banyak sektor vital. Mulai dari tata kelola birokrasi, komunikasi dan informasi, hingga pengembangan potensi unggulan daerah seperti pariwisata, UMKM, dan sektor ekonomi lainnya.
“Program yang berhasil diterapkan di Kota Madiun dan relevan untuk Kota Kediri tentu bisa kami sinergikan. Begitu pula sebaliknya, program unggulan Kota Kediri juga berpeluang diterapkan di Kota Madiun,” ujar Vinanda di Kediri, Rabu (14/1/2026).
Vinanda menekankan bahwa Pemkot Kediri tidak menutup diri terhadap kolaborasi antardaerah, selama program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Selama program itu positif, meningkatkan kualitas pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, insya Allah akan kita lakukan,” tegasnya.
🌶️ Cabai Jadi Simbol Sinergi
Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menyebut kerja sama ini lahir dari kesadaran bahwa Kota Kediri dan Kota Madiun memiliki karakter dan tantangan yang hampir serupa, namun dengan potensi yang berbeda-beda. Justru perbedaan itulah yang menurutnya harus dikolaborasikan.
“Kalau Madiun kesulitan cabai sementara Kediri melimpah, ya kita saling menopang. Ketika satu daerah kesulitan, daerah lain yang punya keunggulan harus bisa menjadi penyangga,” ujar Maidi.
Menurut Maidi, bidang ekonomi menjadi prioritas utama dalam kerja sama dua kota ini. Ia mengibaratkan ekonomi sebagai aliran darah dalam tubuh manusia.
“Ekonomi itu ibarat darah. Kalau alirannya lancar, orang sehat. Kalau pertumbuhan ekonomi kota bagus, kota itu juga sehat. Maka ekonomi jadi prioritas nomor satu,” tandasnya.
🍜🌍 Kuliner, Pariwisata, dan Kota Mendunia
Dalam waktu dekat, kerja sama Kediri–Madiun juga akan difokuskan pada sektor pariwisata dan kuliner. Potensi unggulan dari masing-masing kota akan saling diperkenalkan demi meningkatkan daya tarik dan kunjungan masyarakat.
“Kuliner yang enak di Kediri kita ajak ke Madiun. Yang enak di Madiun kita bawa ke Kediri. Itu yang penting,” kata Maidi.
Tak berhenti di situ, Maidi juga memaparkan program unggulan Kota Madiun di bidang lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Kota Madiun menargetkan zero waste dan zero kabel pada tahun 2027 sebagai bagian dari visi kota mendunia.
“Target kami, 2027 sampah harus selesai, TPA ditutup, Inspeksi Kesehatan Lingkungan jalan, kabel-kabel semrawut hilang. Kota harus indah, bersih, oksigennya baik, suhunya turun,” jelas Maidi.
Ia menambahkan, seluruh program tersebut selaras dengan 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Aliansi Kediri–Madiun ini bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, ia menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi adalah kunci, bukan hanya untuk bertahan, tetapi untuk melesat bersama menuju kota yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing global.

0 Komentar