KEDIRI, kupasfakta.online – Gerakan melawan sampah plastik sekali pakai di Kota Kediri kian menemukan momentumnya. Di tengah darurat sampah sachet yang kerap berakhir di sungai dan TPA, Refilin bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kelurahan Mrican, Komunitas Bank Sampah, dan Forum Kali Brantas menggelar Refilin Roadshow, sebuah kampanye nyata mengajak warga beralih ke gaya hidup isi ulang alias “diet sachet”.
Digelar dalam rangka Zero Waste Month, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dan menjadi bukti bahwa hidup tanpa sachet bukan sekadar jargon lingkungan, melainkan solusi yang lebih ramah lingkungan, lebih hemat biaya, lebih praktis, sekaligus lebih menyehatkan.
Acara dibuka langsung oleh Lurah Mrican, Johan Firdaus, yang mengaku antusias melihat respons warga.
“Ini hal baru di Mrican. Masyarakat sangat tertarik dengan adanya Refilin,” ujarnya.
Roadshow diawali dengan edukasi mengenai bahaya sampah plastik sekali pakai, khususnya sachet, yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan hingga masuk ke rantai makanan manusia. Setelah itu, warga diajak langsung praktik: membawa wadah sendiri dan mengisi ulang produk kebutuhan harian seperti sabun dan cairan pembersih, lengkap dengan diskon 10 persen.
Jofan Ahmad, Koordinator Refil Loop Indonesia, menegaskan bahwa roadshow ini bukan sekadar acara seremonial.
“Tujuan kami memperkenalkan sistem isi ulang sampai ke tingkat RT dan RW. Ini juga bagian dari perayaan International Zero Waste Month yang rutin digelar setiap Januari,” jelasnya.
Tak berhenti di edukasi dan praktik, para peserta juga menunjukkan komitmen nyata dengan menandatangani dukungan untuk mewujudkan Kota Kediri bebas sampah, sekaligus mendukung target nasional pengurangan sampah plastik sekali pakai tahun 2030.
Tokoh masyarakat setempat, Sujarno, berharap kegiatan ini bisa menjadi pintu masuk ekonomi hijau di tingkat kelurahan. Menurutnya, pengetahuan tentang sistem isi ulang dapat mendorong kader lingkungan membuka usaha ramah lingkungan berbasis komunitas.
Ke depan, Bank Sampah di Kota Kediri bahkan berencana membuka opsi penukaran sampah dengan produk sabun dari Refilin, agar semakin banyak warga meninggalkan sachet dan beralih ke sistem isi ulang.
Salah satu peserta, Sudarsih dari Komunitas Kadulipah, berharap kegiatan serupa bisa terus digelar di kelurahan lain.
“Kegiatannya sangat bermanfaat. Semoga Refilin bisa keliling ke seluruh Kota Kediri,” katanya.
Di tengah ancaman mikroplastik dan krisis sampah, Refilin Roadshow di Mrican menjadi sinyal kuat: perubahan gaya hidup bisa dimulai dari rumah, dari wadah sendiri, dan dari sekarang.

0 Komentar