Kediri,  kupasfakta.online – Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, memberi contoh nyata bagaimana dana desa dan partisipasi warga bisa menjelma menjadi investasi sosial jangka panjang. Pada 2025 ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Ngebrak resmi menuntaskan pembangunan area olahraga terpadu seluas kurang lebih 12 ribu meter persegi, lengkap dengan berbagai fasilitas modern.

Kawasan yang dulunya hanya lapangan desa biasa itu kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas olahraga dan sosial masyarakat. Fasilitasnya mencakup lapangan sepak bola, lapangan voli, lapangan mini futsal, serta jogging track yang dilengkapi penerangan.

Transformasi ini bukan proyek elitis, melainkan lahir dari aspirasi karang taruna dan warga setempat. Kepala Dusun Ngebrak, Zezen Dharma Saputro, menyebut pembangunan dimulai sejak 2024 dengan sumber pendanaan dari dana desa serta dukungan CSR dua perusahaan.

“Awalnya pembangunan jogging track dan penerangan, lalu berlanjut ke lapangan-lapangan. Sekarang sudah selesai dan fokusnya tinggal perawatan,” ungkap Zezen.

Ruang Publik yang Hidup, Bukan Sekadar Infrastruktur

Keberadaan area olahraga ini langsung mendapat respons positif. Setiap pagi dan sore, warga memanfaatkannya untuk jogging, sementara akhir pekan dipadati jadwal pertandingan sepak bola dan event olahraga lainnya.

Lapangan ini bahkan telah menjadi langganan berbagai agenda, mulai dari turnamen lokal hingga event berskala regional.

“Sabtu dan Minggu biasanya full untuk sepak bola. Pernah dipakai Piala Soeratin, laga persahabatan Liga 4 Madiun–Nganjuk, event Gontor, dan lainnya,” jelas Zezen.

Tanpa promosi berlebihan, lapangan ini ramai disewa karena jejaring karang taruna dan komunitas sepak bola yang aktif. Peran suporter dan relasi antarklub menjadi promosi alami yang efektif.

Olahraga Menggerakkan Ekonomi Desa

Melihat tingginya aktivitas dan potensi keramaian, Pemdes Ngebrak mulai melirik pengembangan sektor ekonomi. Rencana pembangunan lapak UMKM untuk warga sekitar tengah disiapkan, dengan harapan mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menambah Pendapatan Asli Desa (PAD).

Langkah ini memperlihatkan bahwa lapangan olahraga tidak hanya menjadi ruang fisik, tetapi juga ruang ekonomi dan interaksi sosial.

Dikelola Anak Muda, Dirawat dengan Komitmen

Pengelolaan area olahraga sepenuhnya dipercayakan kepada karang taruna, yang secara rutin melakukan perawatan—mulai dari pemotongan hingga penyiraman rumput lapangan. Hasilnya, kualitas lapangan mendapat apresiasi dari para penyewa.

“Banyak yang bilang rumput lapangan kami bagus. Kalau hujan, air cepat meresap dan tidak menggenang,” pungkas Zezen.

Dengan tarif sewa yang masih terjangkau, yakni Rp 200 ribu per malam, area olahraga terpadu Desa Ngebrak kini menjadi bukti bahwa desa bisa maju bukan karena gemerlap, tetapi karena tata kelola, kolaborasi, dan keberanian bertransformasi.