kupasfakta.online - Jakarta PDI Perjuangan Jawa Timur bersiap memasuki fase politik penting. Pada 20–21 Desember 2025 seluruh struktur PDI Perjuangan se Jawa Timur akan menggelar konferensi daerah dan konferensi cabang secara serentak di Surabaya. Agenda ini bukan sekadar rutinitas organisasi melainkan momentum suksesi kepemimpinan sekaligus penentuan arah strategis partai di provinsi dengan penduduk lebih dari 40 juta jiwa
Konferda dan konfercab ini menandai berakhirnya kepengurusan lama dan membuka ruang regenerasi kepemimpinan baru. PDIP menerapkan mekanisme demokrasi dua arah. Usulan kader dari tingkat ranting hingga daerah menjadi basis aspirasi sementara DPP tetap memegang kewenangan akhir dalam menentukan Ketua Sekretaris dan Bendahara DPC maupun DPD dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis partai dan kesinambungan regenerasi
Tak hanya soal struktur kekuasaan internal forum ini juga menjadi arena penentuan agenda besar pembangunan Jawa Timur. PDIP menilai Jawa Timur berada di persimpangan sejarah bonus demografi. Dengan 70 persen penduduk berada pada usia produktif potensi ini dinilai bisa menjadi kekuatan besar atau justru beban jika tidak dikelola secara serius
Pendidikan menjadi kunci utama. PDIP menegaskan tidak ingin terjebak pada angka partisipasi murni SMA yang tinggi tanpa kualitas lanjutan. Lulusan SMA dinilai belum cukup memiliki keterampilan profesional. Karena itu PDIP Jawa Timur mendorong akses pendidikan tinggi yang inklusif tanpa beban biaya mahal melalui dukungan APBD dan kolaborasi dengan badan usaha
Dari pendidikan menuju kemandirian ekonomi PDIP Jawa Timur mengusung gagasan ambisius pembentukan Youth Venture Fund. Program ini menargetkan lahirnya 50 ribu startup generasi muda hingga 2030 dengan skema pembiayaan tanpa jaminan fisik. Tujuannya memperluas akses modal dan mempercepat kemandirian ekonomi anak muda Gen Z dan Gen Alpha
Program tersebut dikombinasikan dengan penguatan ekonomi kreatif dan produk budaya berbasis inovasi. Fokus diarahkan pada perlindungan hak kekayaan intelektual pengembangan T shaped skills transformasi produk budaya menjadi ekspor digital serta penguatan branding agar sedikitnya lima produk budaya Jawa Timur menembus pasar internasional pada 2030
Di sektor industri PDIP menilai Jawa Timur membutuhkan lompatan besar. Selama ini industri masih didominasi makanan minuman rokok dan tekstil. PDIP mendorong pertumbuhan industri hilir yang lebih masif seiring pergeseran kawasan industri ke wilayah tengah Jawa Timur. Kebangkitan industri diyakini akan memperluas lapangan kerja dan memperkuat kelas menengah sekaligus menekan angka kemiskinan
Seluruh agenda strategis tersebut akan diputuskan dalam rakerda dan rakercab yang menjadi rangkaian konferda dan konfercab. PDIP secara terbuka menyatakan ingin meninggalkan politik slogan menuju kerja kerakyatan yang terukur dengan target jelas. Perubahan ini menuntut transformasi cara kerja partai dari sekadar jargon menjadi mesin kebijakan yang berdampak langsung bagi rakyat Jawa Timur

0 Komentar