KEDIRI, kupasfakta.online  – Pemerintah Indonesia memastikan seluruh proses penanganan hingga pemulangan jenazah Desy Widyana (40), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, yang menjadi korban meninggal dalam kebakaran apartemen Wang Fuk Court, Taipo, Hongkong, ditanggung sepenuhnya oleh negara.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Tim Family Engagement Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Kediri saat berkunjung ke rumah keluarga duka pada Kamis (4/12/2025).

Tim yang dipimpin Reza Dharmawan itu datang untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan proses administrasi yang tengah ditangani otoritas Hongkong.

“Kami hadir di Kediri di kediaman almarhumah Mbak Desy Widyana sebagai bentuk duka cita mendalam atas musibah ini. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga diberikan ketabahan,” ujar Reza.

Seluruh Proses Dijamin Negara, Termasuk Hak-Hak Keuangan

Reza menegaskan bahwa negara telah mengawal seluruh tahapan penanganan.

“Pemerintah melalui KJRI Hongkong memfasilitasi semuanya—koordinasi dengan otoritas Hongkong, kepolisian, rumah sakit, administrasi kematian, hingga pemenuhan hak-hak keuangannya. Semua difasilitasi tanpa biaya sepeser pun,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan keluarga agar mewaspadai pihak yang mengatasnamakan instansi tertentu dan meminta biaya.

“Kalau ada yang memungut biaya, itu bukan dari kami. Proses ini sepenuhnya gratis. Negara hadir untuk melindungi WNI di luar negeri,” lanjutnya.

Menunggu Persetujuan Otopsi

Saat ini, proses administrasi masih menunggu surat persetujuan otopsi dari pihak keluarga—dokumen penting untuk penerbitan sertifikat kematian oleh otoritas Hongkong. Setelah sertifikat terbit, barulah proses pengurusan hak-hak keuangan dan pemulangan jenazah dapat dilakukan.

“Estimasi waktunya belum bisa dipastikan. Bisa dua minggu, bisa sebulan, semua tergantung otoritas Hongkong. Masih ada juga WNI lain yang belum teridentifikasi. Kami berharap proses berjalan secepat mungkin,” ujar Reza.

Satu Korban Asal Kediri, Total Sembilan WNI Meninggal

Kemenlu memastikan bahwa dari wilayah Kediri hanya ada satu korban, yakni Desy Widyana. Secara nasional, KJRI Hongkong mencatat sembilan WNI telah terkonfirmasi meninggal dunia, sementara sekitar sepuluh orang lainnya masih dalam proses identifikasi.

Disnaker Kediri Apresiasi Langkah Pemerintah Pusat

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, mengapresiasi kehadiran langsung Kemenlu ke rumah duka sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap warganya.

“Kunjungan dari Kemenlu ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir memberikan dukungan bagi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi, terlebih seluruh administrasi dipastikan gratis tanpa pungutan,” ujar Ibnu.

Pemerintah memastikan seluruh proses, mulai dari penanganan jenazah di Hongkong hingga pemulangan ke Kabupaten Kediri, akan dikawal hingga tuntas demi menghormati almarhumah dan memberikan kepastian bagi keluarga.