kupasfakta.online - Kediri Hasil pertanian Kabupaten Kediri kembali mencuri perhatian pasar internasional. Komoditas unggulan Bumi Panjalu berupa nanas Queen Simplek resmi menembus pasar Arab Saudi dan menandai babak baru kebangkitan ekspor hortikultura daerah.
Sebanyak 15 ton nanas Queen Simplek hasil panen petani lokal dilepas Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk dikirim ke Arab Saudi. Pengiriman ini menjadi tahap uji coba perdana yang membuka peluang kontrak jangka panjang dengan nilai ekonomi yang menjanjikan.
Pelaksana Tugas Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan nanas Queen Simplek dipilih karena memiliki daya tahan yang baik selama proses pengiriman jarak jauh. Karakteristik ini menjadi faktor utama penentu diterimanya produk Kediri di pasar Timur Tengah.
Pengiriman perdana ini menjadi pintu masuk kerja sama lanjutan. Jika hasil uji coba diterima pasar Arab Saudi maka akan dilanjutkan kontrak pengiriman rutin dengan estimasi kebutuhan mencapai 20 ton setiap pengiriman dan dilakukan secara berkala setiap pekan.
Nilai ekonomi ekspor ini menjadi daya ungkit signifikan bagi petani. Harga jual nanas di pasar lokal berkisar Rp 5.300 per buah sementara harga ekspor ke Arab Saudi mencapai Rp 8.900 per buah. Selisih harga tersebut memberikan nilai tambah langsung bagi petani sekaligus memperluas serapan tenaga kerja.
Dalam proses sortasi dan pengemasan saja tercatat sekitar 30 tenaga kerja muda telah dilibatkan. Jika ekspor berkelanjutan jumlah tenaga kerja di sektor hulu dan hilir dipastikan meningkat seiring naiknya volume permintaan.
Selain Arab Saudi peluang ekspor juga mulai terbuka ke Rusia dengan permintaan awal mencapai lima kuintal menggunakan varietas nanas Pasir Kelud kelas satu. Hal ini menandakan bahwa produk hortikultura Kediri mulai diperhitungkan di pasar global.
CEO PT Andari Gemilang Nusantara Evy Kusumandari menyebut ketertarikan pihaknya terhadap nanas Kediri tidak hanya karena kualitas produk namun juga semangat petani serta dukungan infrastruktur dari Pemerintah Kabupaten Kediri terutama fasilitas penyimpanan yang memadai.
Menurutnya jika hasil uji coba ini berhasil maka kerja sama akan diformalkan melalui nota kesepahaman dengan pengiriman rutin mingguan dan pemasaran produk di jaringan supermarket Arab Saudi.
Ketua Koperasi Nanas Sumber Rezeki Mohammad Sa'ban Setiabudi menyambut positif ekspor ini. Ia menegaskan ekspor nanas tidak hanya meningkatkan pendapatan petani tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar Kecamatan Ngancar.
Ia memastikan ketersediaan stok nanas aman karena panen berlangsung setiap hari dan petani siap memenuhi permintaan dalam jumlah besar secara berkelanjutan.
Ekspor nanas Queen Simplek ini menjadi bukti bahwa pertanian daerah mampu naik kelas menembus pasar global sekaligus menjadi simbol transformasi ekonomi desa berbasis komoditas unggulan yang bernilai tambah tinggi.
.webp)
0 Komentar