Kediri,  kupasfakta.online – Cuaca ekstrem kembali menjadi momok serius bagi petani cabai di Kabupaten Kediri. Curah hujan tinggi yang turun tanpa jeda dalam beberapa waktu terakhir memicu busuk batang dan serangan jamur pada tanaman cabai sehingga hasil panen anjlok drastis

Kondisi ini dirasakan langsung oleh Leni 36 tahun petani cabai asal Desa Paron Kecamatan Ngasem. Ia mengungkapkan sebagian besar tanaman cabainya mati sebelum masa panen akibat tanah yang terus menerus basah

Hujan turun terus menerus membuat tanaman cabai tidak kuat bertahan. Batang membusuk dan tanaman mati sehingga tidak bisa dipanen. Leni menyebut kondisi ini juga dialami banyak petani cabai lain di wilayahnya

Selain busuk batang tanaman cabai juga rentan terserang jamur saat kelembapan tinggi. Akibatnya kualitas buah menurun dan tidak layak jual. Dalam kondisi normal dari lahan seluas 1.400 meter persegi petani bisa memanen sekitar 20 kilogram cabai sekali panen

Namun akibat cuaca ekstrem hasil panen kini hanya tersisa sekitar 10 kilogram atau turun hingga 50 persen. Penurunan produksi ini menjadi pukulan berat karena terjadi bersamaan dengan meningkatnya biaya operasional

Leni menjelaskan pada musim hujan kebutuhan pestisida meningkat tajam. Jika biasanya penyemprotan dilakukan empat hari sekali kini harus dilakukan dua hari sekali demi menekan serangan penyakit tanaman

Di sisi lain kondisi petani semakin terjepit karena harga cabai mulai mengalami penurunan. Padahal dalam sepekan terakhir harga sempat tinggi hingga Rp 85 ribu per kilogram di pasar induk dan menembus Rp 100 ribu di tingkat eceran

Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia Kabupaten Kediri Suyono menyebut per Minggu malam harga cabai rawit terendah berada di angka Rp 55 ribu per kilogram. Penurunan harga dipicu bertambahnya pasokan dari wilayah lain meski produksi lokal terganggu

Situasi ini mencerminkan rapuhnya posisi petani yang selalu terhimpit dua sisi ekstrem. Saat panen melimpah harga jatuh dan ketika cuaca buruk merusak tanaman biaya naik sementara harga tak lagi berpihak

Cuaca ekstrem kini bukan sekadar isu iklim tetapi ancaman nyata terhadap ketahanan pangan dan keberlangsungan ekonomi petani. Tanpa dukungan serius berupa perlindungan harga dan pendampingan teknologi pertanian petani cabai di Kediri terus berada di garis paling depan menghadapi risiko terbesar tanpa jaring pengaman yang memadai