KEDIRI, kupasfakta.online   – Proyek revitalisasi Jembatan Brawijaya Kediri memasuki fase paling krusial. Target rampung yang semula dijadwalkan pada 16 Desember terpaksa mundur akibat pengerjaan ornamen yang belum sepenuhnya selesai. Namun pemerintah kota memastikan proyek strategis ini tidak dibiarkan berlarut larut

Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartika Sari mengungkapkan kontraktor telah mengajukan permohonan perpanjangan waktu pengerjaan. Pemkot Kediri kemudian memberikan kesempatan penyelesaian hingga 23 Desember 2025

Menurut Endang, saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap akhir yakni pemasangan ornamen jembatan. Beberapa elemen sudah terpasang seperti lampu hias dan bollard. Sementara pemasangan material ACP pada regel yang melintang di atas jembatan masih terus dikebut

Bagian tersulit dalam revitalisasi ini terletak pada pemasangan sirap di masing masing pilar jembatan. Sirap harus dirakit terlebih dahulu di bawah kemudian diangkat menggunakan crane berukuran besar untuk dipasang di atas pilar. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi sekaligus manajemen waktu yang ketat

Demi menjaga kelancaran lalu lintas, operasional crane hanya dilakukan pada malam hari. Aktivitas berat dimulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB agar tidak mengganggu mobilitas warga yang melintas di salah satu urat nadi transportasi Kota Kediri tersebut

Endang menegaskan pihaknya berupaya agar pada siang hari tidak ada penutupan jalan. Jembatan tetap difungsikan sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu meski proyek berjalan dalam tekanan tenggat waktu

Meski waktu semakin sempit, Pemkot Kediri tetap optimistis revitalisasi Jembatan Brawijaya bisa dituntaskan sesuai target tambahan. Wajah baru jembatan ikonik ini diharapkan sudah dapat dinikmati masyarakat sebelum pergantian tahun

Revitalisasi Jembatan Brawijaya bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol transformasi kota. Dengan balutan ornamen baru dan pencahayaan artistik, jembatan ini diproyeksikan menjadi ikon visual Kota Kediri yang merepresentasikan modernitas tanpa meninggalkan identitas

“Insya Allah optimistis selesai. Mohon dukungan dan doa dari masyarakat,” ujar Endang menutup pernyataannya