KEDIRI, kupasfakta.online – Debut Marcos Reina Torres sebagai pelatih Persik Kediri langsung diuji realitas keras Liga Indonesia. Alih alih memberi harapan baru, laga perdana pelatih asal Spanyol itu justru berakhir pahit. Persik Kediri dipermalukan tuan rumah Persita Tangerang dengan skor telak 3-0 di Stadion Indomilk Arena, Minggu 21 Desember 2025
Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin. Hasil tersebut tercatat sebagai kekalahan terbesar Persik Kediri sepanjang musim ini. Skuad Macan Putih tampak kehilangan arah, terutama di babak kedua, dan gagal keluar dari tekanan permainan agresif Persita
Marcos Reina mengakui kekecewaannya. Ia menilai anak asuhnya sebenarnya mampu bermain disiplin pada babak pertama. Persik bahkan sanggup meredam serangan tuan rumah dan mencoba membangun peluang. Namun semua berubah drastis setelah jeda
Menurut Marcos, satu gol pembuka Persita menjadi titik balik yang menghancurkan struktur permainan Persik. Setelah itu, tekanan lawan semakin sulit dibendung hingga berujung tiga gol tanpa balas
Pelatih yang baru dua pekan menangani Persik itu juga mengungkapkan telah mencoba mengubah karakter permainan menjadi lebih agresif. Sejumlah pemain dengan naluri menyerang dimasukkan demi mengejar ketertinggalan. Namun strategi tersebut tidak berjalan sesuai rencana dan justru membuka celah di lini belakang
Marcos menilai tantangan ini sangat berat mengingat minimnya waktu adaptasi. Meski demikian, ia tidak mencari pembenaran. Ia justru menyebut pengalaman ini sebagai pelajaran berharga dan bukti bahwa level kompetisi sepak bola Indonesia sangat tinggi dan tidak mudah ditaklukkan
Usai kekalahan memalukan di Tangerang, Marcos menegaskan fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada laga terakhir putaran pertama. Persik Kediri dijadwalkan menjamu Persis Solo di Stadion Brawijaya pada Sabtu 27 Desember 2025. Laga tersebut dipandang krusial, bukan hanya untuk memulihkan mental tim, tetapi juga sebagai ajang pembuktian pemain di tengah isu bursa transfer paruh musim
Bagi Persik Kediri, kekalahan ini menjadi alarm keras. Debut pelatih baru yang diharapkan membawa perubahan justru membuka fakta bahwa pekerjaan rumah Macan Putih masih menumpuk. Laga melawan Persis Solo akan menjadi ujian sesungguhnya, apakah Persik mampu bangkit atau justru semakin tenggelam di akhir putaran pertama

0 Komentar