Jakarta, kupasfakta.online  - Tragedi kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak Semarang Jawa Tengah yang menewaskan 16 penumpang kembali membuka luka lama sektor transportasi publik nasional lemahnya pengawasan dan abainya tanggung jawab korporasi di balik kemudi

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menegaskan kecelakaan tersebut tidak boleh disederhanakan sebagai kesalahan sopir semata Ia menyoroti potensi kelalaian sistemik mulai dari kelaikan kendaraan hingga kompetensi pengemudi yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat perusahaan dan pemerintah

Lasarus menyatakan pihaknya menunggu kesimpulan resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi Namun ia menegaskan bila terbukti bus tidak laik operasi dan sopir tidak memiliki keahlian sesuai standar maka hal itu menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan negara terhadap angkutan umum

Ia secara tegas mendorong pencabutan izin operasional PO Cahaya Trans sebagai bentuk pertanggungjawaban korporasi Menurutnya perusahaan otobus yang lalai tidak boleh terus beroperasi karena menyangkut nyawa manusia dan keselamatan publik

Nada serupa disampaikan anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya Ia meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan benar benar menjalankan rampcheck sesuai prosedur operasional standar terutama di masa libur Natal dan Tahun Baru ketika mobilitas masyarakat meningkat tajam

Danang menilai kecelakaan ini sebagai alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan transportasi publik Ia mengingatkan perusahaan otobus agar tidak menjadikan SOP sekadar dokumen administratif tetapi benar benar dijalankan mulai dari pemeriksaan kendaraan hingga verifikasi SIM dan kompetensi sopir

Kecelakaan tragis tersebut terjadi saat bus membawa 34 penumpang Dari jumlah itu 16 orang meninggal dunia di lokasi sementara 18 penumpang lainnya selamat dan menjalani perawatan Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan transportasi darat yang merenggut nyawa akibat dugaan kelalaian berlapis

Desakan pencabutan izin PO Cahaya Trans menjadi simbol tuntutan publik agar negara tidak lagi permisif terhadap perusahaan angkutan yang abai keselamatan Tragedi Tol Krapyak bukan sekadar musibah melainkan cermin keras bahwa keselamatan publik tidak boleh kalah oleh kelonggaran pengawasan dan kompromi kepentingan bisnis