Kediri, kupasfakta.online – Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah mobil sedan BMW dan tiga sepeda motor mengguncang ruas jalan raya Bendoasri Kecamatan Pare Kabupaten Kediri pada Senin malam 15 Desember 2025. Insiden maut ini menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya termasuk seorang anak berusia enam tahun
Peristiwa tersebut diduga dipicu kelalaian fatal pengemudi mobil sedan BMW yang berada dalam pengaruh minuman beralkohol. Dugaan ini menguat setelah pengakuan awal dari sopir kendaraan kepada pihak kepolisian
Dua korban meninggal dunia adalah Ahmad Mukhlis 45 tahun dan Shofroul Muhsinin 44 tahun pasangan suami istri asal Desa Sukorejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Keduanya merupakan pengendara dan pembonceng sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AG 5646 FL yang berada di lokasi kejadian
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kediri AKP Mega Satriatama menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan pengemudi sedan BMW bernomor polisi AG 1693 CX berinisial Friko 26 tahun warga Desa Pelem Kecamatan Pare. Sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan juga disita sebagai barang bukti
Menurut AKP Mega pemeriksaan terhadap pengemudi masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian termasuk dugaan pengaruh alkohol saat mengemudi. Ia membenarkan bahwa berdasarkan pengakuan awal sopir memang mengonsumsi minuman keras namun pendalaman masih dilakukan secara menyeluruh
Selain sepeda motor Honda Vario korban meninggal dunia kecelakaan ini juga melibatkan sepeda motor Honda Supra bernomor polisi AG 6150 ECM yang dikendarai Imam Sofingi 43 tahun dengan pembonceng Azzifa Nur Laila 16 tahun warga Kecamatan Papar
Kendaraan lain yang terlibat adalah sepeda motor Honda PCX tanpa nomor polisi yang dikendarai Muhammad Ridho 19 tahun dengan pembonceng Anisa Cahya Aprilia 17 tahun warga Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Para korban luka telah mendapatkan penanganan medis
Tragedi ini kembali membuka luka lama tentang bahaya mengemudi dalam pengaruh alkohol di jalan raya. Jalan publik yang seharusnya menjadi ruang aman berubah menjadi ruang maut akibat satu keputusan ceroboh
Aparat kepolisian menegaskan proses hukum akan berjalan transparan dan profesional. Publik kini menanti ketegasan penegakan hukum agar tragedi serupa tidak terus berulang dan nyawa masyarakat tidak kembali menjadi taruhan di atas aspal akibat kelalaian yang seharusnya bisa dicegah

0 Komentar