Kediri, kupasfakta.online – Rencana liburan akhir tahun ke wilayah pesisir Jawa Timur diminta tidak sekadar bermodal nekat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri resmi merilis peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi mengancam aktivitas wisata bahari dan pelayaran.
Dalam rilis BMKG, periode rawan diperkirakan berlangsung mulai 31 Desember pukul 07.00 WIB hingga 3 Januari pukul 07.00 WIB. Pemicu utamanya adalah kemunculan siklon tropis “Hayle” di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara.
Fenomena atmosfer ini bukan sekadar anomali biasa. Siklon Hayle diprediksi memicu pertumbuhan awan hujan masif, disertai peningkatan kecepatan angin di sebagian besar Perairan Jawa Timur.
Angin Menguat, Laut Meninggi
BMKG mencatat arah angin dominan bertiup dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 3 hingga 25 knot. Kondisi cuaca laut secara umum diprakirakan berawan hingga hujan, berpotensi disertai angin kencang.
Kombinasi tersebut berdampak langsung pada dinamika gelombang laut. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, level yang masuk kategori berisiko bagi aktivitas laut skala kecil hingga menengah.
Daftar Perairan Rawan Gelombang Tinggi
BMKG menyebut gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah titik strategis perairan Jawa Timur, antara lain:
Perairan Pacitan
Perairan Trenggalek
Perairan Tulungagung
Perairan Blitar
Perairan Malang
Perairan Masalembo
Perairan Bawean Utara dan Selatan
Perairan Tuban
Perairan Lamongan
Perairan Gresik bagian Utara
Perairan Utara Bangkalan
Perairan Utara Sampang
Perairan Utara Pamekasan
Perairan Sumenep bagian Utara
Perairan Kepulauan Kangean bagian Utara
Perairan Lumajang
Perairan Jember
Perairan Banyuwangi
Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai jalur nelayan tradisional, pelayaran lokal, sekaligus destinasi wisata pantai yang ramai saat libur panjang.
Nelayan dan Pelayaran Diminta Hitung Risiko
BMKG menegaskan bahwa kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Nelayan kecil disebut rawan mengalami kecelakaan laut ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter atau lebih.
Artinya, ancaman bukan hanya bagi kapal kecil, tetapi juga armada angkutan laut dengan muatan besar.
Liburan Tak Cukup Bermodal Cuaca Cerah di Darat
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, operator pelayaran, dan wisatawan pantai, untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan tidak mengabaikan peringatan dini.
Fenomena siklon tropis kerap terjadi jauh dari daratan, namun dampaknya bisa terasa hingga ke pesisir. Cuaca darat yang tampak bersahabat tak selalu mencerminkan kondisi laut yang aman.
Di momen pergantian tahun, BMKG mengingatkan satu hal penting: keselamatan jauh lebih bernilai daripada sekadar mengejar liburan.

0 Komentar