Jakarta, kupasfakta.online – Polisi akhirnya memaparkan lokasi dan kronologi pasti meninggalnya Kepala Cabang (Kacab) sebuah bank di Jakarta, Ilham Pradipta (37), setelah diculik dan mengalami kekerasan. Berdasarkan hasil rekonstruksi yang digelar penyidik, Ilham diketahui kehilangan nyawanya di dalam mobil saat para pelaku memindahkannya dari satu kendaraan ke kendaraan lain.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menjelaskan bahwa korban tewas setelah dipindahkan dari mobil Toyota Avanza ke Toyota Fortuner oleh kelompok penjemput.
“Dari rekonstruksi, korban meninggal sesaat setelah dipindahkan dari Avanza ke Fortuner,” ujar Abdul Rahim, Selasa (18/11/2025).
Para pelaku disebut membawa Ilham berkeliling di dalam mobil sambil melakukan kekerasan. Hasil visum yang diterima penyidik mengonfirmasi penyebab kematian korban.
“Visum menunjukkan korban meninggal akibat kehabisan napas karena tekanan kuat pada bagian leher,” tutur Rahim.
Dalam proses penyidikan, kepolisian juga memastikan siapa eksekutor yang menyebabkan Ilham tewas. Penyidik menyimpulkan bahwa tersangka dengan inisial MN, yakni Serka Mochamad Nasir, menjadi pelaku utama penganiayaan yang berujung pada kematian korban.
“Namun tindakan kekerasan tidak hanya dilakukan oleh MN,” tegas Rahim.
Keluarga Minta Pelaku Dijatuhi Hukuman Maksimal
Keluarga Ilham turut hadir dalam rekonstruksi yang digelar di Polda Metro Jaya. Kakak korban, Taufan Maulana, berharap tragedi serupa tidak terjadi lagi pada orang lain.
“Jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini. Adik saya menunjukkan integritas luar biasa hingga akhir hayat,” ucap Taufan, Senin (17/11).
Ia menilai unsur-unsur pembunuhan berencana telah terpenuhi berdasarkan reka ulang tersebut. Karena itu, keluarga meminta para pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal.
“Kami berharap proses hukum berjalan maksimal, apalagi jumlah pelaku banyak dan melibatkan unsur oknum dari satuan tertentu. Kami ingin ada efek jera,” katanya.
Taufan juga mengapresiasi dilaksanakannya rekonstruksi terbuka yang memperlihatkan alur kejadian secara jelas.
“Ada rangkaian tindakan yang menunjukkan adanya niat jahat. Tidak terlihat adanya usaha untuk menyelamatkan adik kami. Maka hukuman berat layak dijatuhkan,” tegasnya.
Kasus penculikan dan pembunuhan Ilham masih terus berlanjut, sementara penyidik mendalami peran seluruh pelaku yang diduga tergabung dalam sindikat pembobolan rekening dormant.(red.al)
0 Komentar