KEDIRI, kupasfakta.online   – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, resmi meluncurkan sekolah remaja putri bertajuk Pendidikan Remaja Putri Menuju Self Management Wanita Positif atau Prameswati. Program ini dirancang untuk memperkuat akhlak, mental, serta kesehatan remaja putri di Kota Kediri. Kegiatan peresmian berlangsung di Balai Kota Kediri, Selasa (18/11).

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menjelaskan bahwa fase remaja adalah periode emas yang menentukan arah masa depan generasi bangsa. Pada tahap ini, kreativitas dan potensi berkembang pesat, sementara rasa ingin tahu yang tinggi perlu diarahkan pada hal-hal positif.

“Fase remaja adalah masa penting yang menentukan masa depan bangsa. Di masa ini, rasa penasaran sangat tinggi dan harus kita arahkan ke kegiatan yang baik dan bermanfaat,” ujarnya.

Mbak Wali—sapaan akrabnya—menyampaikan bahwa Prameswati bukan sekadar akronim, namun sebuah filosofi hidup yang menekankan pentingnya kemampuan remaja dalam memimpin diri sendiri. Tantangan remaja saat ini meliputi pengelolaan waktu belajar, pengendalian emosi terutama di media sosial, hingga menentukan tujuan hidup.

Menurutnya, program Prameswati dapat menjadi benteng yang menjaga remaja Kota Kediri agar tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan mental.

“Materi yang diberikan akan menjadi bekal bagi para remaja untuk menyaring pengaruh buruk dan menghadapi masa depan yang semakin kompetitif dengan kepercayaan diri dan akhlak yang baik,” tambahnya.

Ia juga mengajak peserta untuk aktif menyerap wawasan dari para narasumber. “Ini kesempatan kalian untuk berdiskusi, belajar, dan mengembangkan diri di luar sekolah,” ujarnya.

Remaja sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045

Wali Kota menegaskan bahwa program pembinaan karakter remaja akan terus diperkuat karena generasi muda merupakan kunci menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua TP PKK Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin, menuturkan bahwa Prameswati merupakan program kerja Pokja II PKK Kota Kediri yang berfokus pada pendidikan karakter serta kesehatan remaja.

“Program ini disusun agar remaja mampu mengelola diri dan siap menghadapi berbagai tantangan ke depan. Remaja adalah aset bangsa yang harus kita jaga kualitasnya,” ungkapnya.

Ratusan Peserta dan Narasumber Ahli

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta, mulai dari pengurus PKK, perwakilan remaja kelurahan, hingga santri dari berbagai pondok pesantren. Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan materi, antara lain:

  • Nita Yuli Purwanti, psikolog RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri

  • Hessi Harisawati, dokter spesialis gizi klinik RSUD Gambiran

  • Ustaz Darwis, yang memberikan pembinaan akhlak dan spiritual

Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mengaku mendapatkan banyak wawasan baru.

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin ThohaSekretaris DP3AP2KB Alfan Sugiyanto, dan sejumlah undangan lainnya.(red.al)