KEDIRI, kupasfakta.online – Di balik prestasinya meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional dan kini bersiap menuju Adiwiyata Mandiri, SDN Betet 3 Kota Kediri terus menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghadirkan inovasi pendidikan berbasis lingkungan.
Tak hanya unggul dalam pembiasaan hidup bersih serta pengelolaan lingkungan sekolah, SDN Betet 3 juga berhasil mengembangkan karya inovatif yang mendukung dunia pendidikan. Salah satunya adalah Inovasi Alat Kebersihan Edugame Eskavator, sebuah media pembelajaran ramah lingkungan yang kini menjadi kebanggaan sekolah.
Inovasi tersebut merupakan hasil kreasi Muhamad Aan Zainul Arifin, Guru PJOK sekaligus anggota Pokja Inovasi Alat Kebersihan Adiwiyata Mandiri SDN Betet 3 Kota Kediri.
Aan menjelaskan, produk inovatif ini bahkan telah merambah pasar internasional.
“Eskavator edukasi pemilahan sampah ini sudah kami kirim ke luar negeri, salah satunya ke Malaysia, dan juga ke Papua. Alat ini bekerja tanpa listrik maupun baterai, tetapi menggunakan sistem hidrolik air,” terangnya, Rabu (19/11).
Selain menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan, Edugame Eskavator mengajarkan siswa teknik pemilahan sampah dan mengenalkan teknologi hemat energi melalui alat peraga yang menarik serta mudah digunakan.
Sementara itu, Kepala SDN Betet 3 Kota Kediri Lilik Suhariyati menyampaikan bahwa tim verifikator CASM dari Kementerian Lingkungan Hidup melakukan peninjauan langsung untuk menilai keseriusan sekolah dalam menjalankan program Adiwiyata.
“Kerja keras semua elemen sekolah mengantarkan SDN Betet 3 menjadi perwakilan Kota Kediri dalam verifikasi CASM. Harapannya, tahun 2025 kami bisa meraih predikat Adiwiyata Mandiri,” ujarnya.(red.al)
Dengan inovasi yang terus berkembang dan komitmen seluruh warga sekolah, SDN Betet 3 optimis dapat melangkah lebih jauh dalam menciptakan lingkungan belajar yang hijau, berkarakter, dan berkelanjutan.(red.al)

0 Komentar