CILACAP, kupasfakta.online – Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibigenjing, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memasuki hari kelima dengan intensitas yang semakin tinggi. Tim gabungan memulai pencarian lebih awal, yakni pukul 06.00, untuk mengantisipasi hujan yang kerap mengguyur wilayah tersebut dan memperlambat proses evakuasi.
Lebih dari 600 relawan diterjunkan ke lokasi bencana, dibantu 25 alat berat ekskavator, pompa air, anjing pelacak, serta dukungan modifikasi cuaca guna mempercepat usaha menemukan para korban. Fokus utama pencarian saat ini adalah menemukan 10 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Upaya keras tersebut membuahkan hasil pagi tadi. Dalam kurun waktu satu jam, antara pukul 09.00 hingga 10.00, tim berhasil menemukan tiga korban lagi atas nama Nina, Wafik (15), dan Cahyanto. Dengan temuan ini, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang, sementara tujuh korban lainnya masih belum ditemukan.
Sementara itu, posko antemortem di RSUD Majenang dipadati keluarga korban yang berusaha mencocokkan identitas jenazah. Proses identifikasi berjalan sangat hati-hati mengingat sebagian korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Ciri-ciri fisik seperti tahi lalat, bentuk tubuh, serta susunan gigi menjadi acuan utama tim medis.
Di lokasi pengungsian, warga Desa Cibigenjing semakin banyak berdatangan menjelang sore hari. Pada siang hari, sejumlah warga pulang sebentar untuk memberi makan ternak serta mengecek rumah mereka yang berada di zona rawan longsor. Para pengungsi mengaku masih kekurangan matras dan perlengerapan mandi, yang hingga saat ini belum sepenuhnya terpenuhi.
Tim gabungan memastikan operasi pencarian tidak akan dihentikan sebelum seluruh korban ditemukan. Proses evakuasi diperkirakan akan terus berlanjut dengan dukungan penuh relawan, aparat, serta layanan kemanusiaan lainnya.(red.al)

0 Komentar